Kamis, 06 Oktober 2011

Fenomena keunikan Pantai Banyutowo


Objek wisata  Pantai Banyutowo ini terletak di Desa Gudangharjo, Kecamatan Pranggupito atau sekitar 2 jam berjalan darat dari pusat kota Wonogiri.


Objek wisata alam mempunyai keunikan yakni pantai dengan sumber air tawar dan panorama alam yang indah, area pemancingan ikan air tawar, pengeboran sumur air tawar yang melimpah .



Hanya sedikit objek wisata alam yang memiliki keunikan seperti Pantai Banyutowo ini. Sesuai namanya Banyutowo, yang artinya air tawar, maka inilah kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati sensasi air pantai yang berbeda, yakni air tawar yang tidak lengket bila terkena kulit tubuh ketika kita menceburkan diri ke pantai.

Pantai Nampu, emas terpendam dari Wonogiri


Suara debur ombak dan hempasan angin yang agak kencang akan kita temukan ketika berada di pantai Nampu. Pasir putih seakan-akan menjadi pijakan pualam yang terasa lembut. Hamparan laut biru terasa begitu memanjakan mata dan mengingatkan kebesaran Tuhan yang telah menciptakan alam beserta isinya. Keasrian dan kealamian pantai Nampu menjadi daya tarik tersendiri dibanding dengan pantai-pantai lainnya. Ratusan tanaman pandan dan beberapa bukit karang seperti menjelma prajurit yang senantiasa menjaga pantai untuk selalu menawarkan keindahan.

Rabu, 05 Oktober 2011

Pantai Sembukan, Emas di Tanah Wonogiri


Kabupaten Wonogiri , ternyata banyak wisata alam yang belum tergarap penuh oleh pemda seperti sebagai contoh Pantai Selatan yang terletak di kecamatan Paranggupito yaitu Pantai Sembukan.
Kali ini kami akan membahas wisata Pantai Sembukan. Pantai ini ramai dikunjungi pada malam 1 Suro. Pantai ini lebih dikenal sebagai tempat wisata ritual. Pantai ini sarat dengan mitos Nyi Roro Kidul yang sudah mendarah daging pada masyarakat Jawa. Berdasarkan mitos yang berkembang Pantai Sembukan merupakanpintu gerbang ke-13 Kerajaan Nyi Roro Kidul. Melalui gerbang ini Nyi Roro Kidul bertemu dengan raja-raja Kasunanan Surakarta. Setahun sekali di Pantai ini diadakan selamatan Larung Ageng oleh Keraton Surakarta, Pemkab Wonogiri, maupun masyarakat sekitar. Ritual semacam ini dapat menarik para wisatawan lokal dan mancanegara.

Senin, 03 Oktober 2011

RITUAL JAMASAN PUSAKA MANGKUNEGARAN


Selayang Pandang


Tradisi kebudayaan Jawa selalu eksotis dan misterius. Pergelarannya selalu dipenuhi makna mistis dan membuat penasaran. Upacara jamasan atau siraman pusaka Mangkunegaran di Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah, mencerminkan itu semua.
Upacara jamasan pusaka Mangkunegaran adalah upacara men-jamas atau memandikan dua buah keris dan sebuah tombak peninggalan Raden Mas Said atau Mangkunegara I yang disimpan di Selogiri. Dua keris sakti tersebut memiliki nama-nama yang unik, yaitu Kyai Koriwelang dan Kyai Jaladara, sedangkan tombaknya bernama Kyai Totok.
Syahdan, ketika Belanda mulai masuk ke Gunung Wijil, Selogiri, Raden Mas Said menggunakan senjata-senjata pusaka tersebut untuk memerangi Belanda. Dengan dibantu rakyat Selogiri, Belanda pun berhasil diusir. Setelah itu, Raden Mas Said kembali ke Mangkunegaran, keris dan tombak tersebut turut dibawa pulang. Pada tahun 1935, saat Mangkunegara VII berkuasa, sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada rakyat Selogir, keris dan tombak pusaka Raden Mas Said tersebut diserahkan kepada masyarakat dan kerabatnya yang berada di Selogiri, yakni keturunan dari Rara Rubiah atau Raden Ayu Patah Aji, istri Raden Said.
Saat ini, pusaka-pusaka tersebut tersimpan dalam sebuah kotak yang diletakkan di atas sebuah tugu berukuran 7—7 meter dan tinggi 6 meter. Untuk menghormati dan menjaga kesaktian serta kekeramatan pusaka-pusaka tersebut, tiap setahun sekali masyarakat Selogiri mengadakan upacara jamasan atau pemandian.
Bagi sebagian masyarakat Selogiri, benda-benda pusaka tersebut dianggap mempunyai kekuatan gaib yang akan mendatangkan berkah apabila dirawat dengan cara dibersihkan atau dimandikan. Selain itu, fungsi lain dari jamasan adalah agar senjata-senjata pusaka tersebut tidak lekas berkarat dan dapat bertahan lama.

Paket Wisata Setren, Girimanik


Obyek Wisata Setren Girimanik terletak di Kecamatan Slogohimo dengan jarak sekitar 40 Km dari Kota Wonogiri. Akses jalan menuju tempat wisata ini sangat mudah dan lancar dengan dukungan sarana angkutan umum yang memadai. Obyek Wisata Setren Girimanik merupakan tempat wisata alam dengan suasana sejuk dan didukung panorama alam pegunungan yang indah. Selain pemandangan pepohonan hutan yang hijau dan lebat, Obyek Wisata Setren Girimanik juga terdapat air terjun yaitu Air Terjun Tinjo Moyo, Manik Moyo dan Condro Moyo.

Kahyangan, Situs Bersejarah dari Wonogiri Timur


Di bagian Timur Wonogiri terdapat sebuah situs bersejarah bernama "Kahyangan" di dusun Dlepih, Tirtomoyo, yang jaraknya kurang lebih 47 km dari ibu kota kabupaten Wonogiri.
Dari Kota Wonogiri, pengunjung bisa naik bus dari terminal bus giriwono dan naik minibus dari dekat ponten (dekat Kantor Badan Pertanahan), jurusan Tirtomoyo. Dari Tirtomoyo, bisa naik angdes jurusan Kahyangan atau Sukarjo. Sampai sekarang belum ada angdes yang bisa masuk sampai Kahyangan, sehingga harus dilanjutkan jalan kaki sekitar 1 Km. Pengunjung berkendaraan bisa langsung sampai ke tempat parkir Kahyangan.

Sebetulnya desa Taman dulunya merupakan sentra batik tulis, yang produknya banyak disetorkan ke Solo, untuk diproses lanjut. Banyak warga desa yang bergerak di bidang yang berhubungan dengan batik, baik sebagai pembatik, pembuat patron, pemasok kain mori. Akan tetapi, seiring dengan diperkenalkannya teknik pembuatan genting press, yang hasilnya cepat diperoleh, maka semakin lama industri batik semakin tergeser.
Sesampai di Kahyangan, pengunjung akan mendapati goa yang terletak di atas kedung. Konon, tempat itu sebagai tempat bersemedinya Danang Suto Wijoyo, atau yang dikenal dengan Panembahan Senopati, raja pertama kerajaan Mataram Islam. Selain itu, terdapat pula air terjun, dan puncak Kahyangan yang konon merupakan tempat di mana Sutowijoyo menemuai Kanjeng Ratu Kidul, sehingga bagi yang percaya tahyul, dilarang memakai baju yang berwarna hijau.

Petualangan Gantole di Wonogiri


 Bagi Anda yang berjiwa petualangan dan suka dengan adrenalin Wonogiri memberikan tempat alternatif untuk hobi Anda tersebut. Adalah Papan Arena Papan Luncur Olahraga Gantole namanya. olahraga yang dijamin akan memacu adrenalin Anda. Di bukit Desa Sendang adalahtempat untuk arena peluncuran bagi olahraga gantole dan paralayang. Tempatnya sangat nyaman dan cocok mengingat letaknya mudah dijangkau kendaraan roda empat dan tempat pendaratan yang luas sangat jelas dari tempat peluncuran.