Desa Platarejo punya cara tersendiri merayakan Hari Raya Idul Fitri. Inti perayaan memang sama dengan daerah lain, yaitu halal bihalal. Namun setiap tahun acara halal bihalal ini dikemas dengan acara yang berbeda-beda. Seperti tahun ini halal bihalal dikemas dengan tausiah mengundang ustadz dari luar, tahun sebelumnya mengundang kelompok musik (dangdutan), dll. Kegitan digelar dengan menarik dan meriah. Selain sebagai ajang halal-bihalal acara ini juga dijadikan ajang reuni, temu kangen warga asli dengan warga rantau. Sebagai informasi banyak warga Platarejo yang merantau ke kota. Inilah yang menurut saya membuat acara halal bihalal desa selalu berkesan.
Baik, sebelum saya memaparkan detail kegiatan perayaan kita bahas dulu makna dari halal bihalal. Dalam rangka Idul Fitri, umat Islam Indonesia sibuk melaksanakan apa yang disebut halal bi halal. Bagi mereka yang melaksanakannya, hal itu bermakna, “ saya mohon maaf atas segala kesalahan saya kepada anda. Sebaliknya, saya sudah memaafkan terlebih dahulu kesalahan anda kepada saya, bila ada.” Dengan kata lain halal bihalal dapat diartikan sebagai ungkapan untuk saling mengikhlaskan atau saling memaafkan satu sama lain. Hal ini sejalan dengan pesan yang dibawa oleh Islam tentang tindakan saling memaafkan dalam interaksi sesama manusia.
.jpg)




